Menu Tutup

Vakuola

Vakuola – Makhluk hidup sendiri mempunyai organel – organel yang siap untuk saling membantu agar makhluk hidup mampu peradaptasi ataupun hidup. Pada organel sel mempunya beberaa bagian yang berbeda – beda dan membuat organel itu sendiri hidup.Dari beragam bagian – bagian dari sel semuanya mempunyai fungsi yang berbeda – beda.

Pada artikel kali ini aku akan membahas tentang organel ini dengan lengkap dan juga rinci agar kamu bisa memahaminya dengan sangat mudah. Artikel ini juga bisa membantu anda menyelesaikan soal – soal tentang bagian organel sel ini.

Vakuola
Gambar Vakuola

Vakuola

Organel ini bisa ditemukan pada sel hewan maupun sel tumbuhan. Vakuola ini juga merupakan komponen utama dari organel sel karena mempunyai banyak kegunaan dalam pembentukan bagian dalam organel sel. Pada sel tumbuhan organel ini sudah pasti bisa ditemukan namun di sel hewan hanya ada beberapa saja yang mempunyai organel ini.

Pada organel ini terdapat selaput yang tipis yang disebut tonoplas yang isinya air yang mengandung molekul organik dan juga anorganik termasuk enzim juga. Pada organel ini juga terdapat beberapa zat seperti asam oraganik, asam amino, garam-garam, gas, glukosa, kristal, dan alkaloid. Semakin tua umur dari organel ini maka semakin besar juga ukurannya.

  1. Struktur Vakuola

    Organel ini sendiri dibagi menjadi 2 bagian yaitu vakuola non kontraktil (Vakuola makanan) dan vakuola kontraktil. Untuk vakuola kontraktil sendiri juga biasa disebut dengan vakuola berdenyut karena mempunyai fungsi sebagai osmoregulator atau sebagai pengatur nilai osmotik dan sistem ekskresi dari sel.

    Pada makhluk hidup seperti portista terdapat vakuola kontraktil yang menetap seterusnya pada sel tersebut. untuk vakuola nonkontraktil ini mempunyai fungsi lain yaitu sebagai pencernaan makanan untuk sel dan juga sebagai pengedar makanan untuk sel juga.

    Pada organel ini juga terdapat beberapa zat ataupun sebuah molekul yang mengisi vakuola ini. Seperti gas yang seperti karbondioksida dan oksigen, ada juga asam amino yang bagus untuk metabolisme ataupun sisa dari metabolisme, adapun garam – garam organik yang di buang dari luar sel dan juga ada yang disimpan, dan ada juga glikosida.

    Pada organel ini juga terdapat minyak astiri yang mempunyai kegunaan untuk menimbulkan aroma pada tumbuhan seperti roseine pda bunga mawar dan zingiberine di jahe. Ada juga zat – zat alkolid yang ada di kafein yang berada di biji kopi, nikotin pada tembakau, teobromin pada biji coklat, dan tein yang terkandung pada daun teh, dan adapun berbagai enzim lain.

  2. Fungsi pada Vakuola

    Untuk tumbuhan organel ini sangatlah mempunyai fungsi yang sangat penting karena mekanisme untuk pertahanannya bergantung pada organel tersebut bisa menjaga konsentrasi zat – zat yang terkandung pada organel ini tersebut. Seperti contoh proses pelayuan terjadi karena vakuola kehilangan turgor pada dinding selnya.

    Pada organel ini juga mempunyai bahan – bahan yang berbahaya untuk proses metabolisme dalam karena di tumbuhan tidak mempunyai sistem ekskresi atau pembuangan yang efektif seperti yang ada pada hewan. Namun jika organel ini tidak ada pada sel maka sel akan kacau karena kekacauan reaksi biokimia.

    Organel ini juga bisa menjadi alat untuk melindungi tumbuhan karena Organel ini bisa menghasilkan bau yang tidak disukai oleh hewan dan juga bisa menjadi cairan yang beracun. Organel ini juga mempunyai peran sebagai amajor pada sel tumbuhah ofplant, yang bisa menjadi besar saat organel ini sedang menyerap air, memungkinkan sel menjadi besar saat meminimalisir sitoplasma baru atau sitosol.

    Sitosol sendiri sering terdapat pada lapisan tipis yang berada diantara membran plasma dan vakuola pusat. Oleh karena itu rasio pada dinding membran plasma mempunyai volume sitosol yang besar, bahkan bisa dibilang sebagai pabrik sel besar. Fungsi lain adalah untuk memasukkan air melalui turnoplas untuk membangun turgor sel.

    Organel ini juga bisa menjadi tempat cadangan makanan untuk glukosa dan amilum, organ sel ini juga bisa memberikan fasilitas untuk sirkulasi zat pada sel, organel ini juga bisa memberikan warna pada daun, bunga, dan buah karena berisi pigmen seperti antosian. Bukan hanya untuk warna namun bisa juga membantu proses penyerbukan.

  3. Vakuola di Bakteri

    Organel ini mempunyai 3 genera pada bakteri yaitu bakteri thioploca, beggiatoa, dan thiomargarita. Hal ini bisa mengurangi genera sampai organe ini mempunyai ukuran mencapai 40-98% sel yang disebabkan oleh sitosol. Organel ini juga biasa disebut sebagai organel penyimpanan karena mempunyai konsentrat ion yang tinggi.

    Lalu vakuola gas yang gasnya bebas permeabel gas, ada pada pada beberapa jenis cynobacteria dan meraka mungkin akan mempunyai daya apung.

  4. Vakuola di Tumbuhan

    Pada sel tanaman dewasa biasanya mempunyai 1 vakuola besar yang bisa menempati lebih dari 30% dari volume sel, dan bisa saja mencapai 80% dari volume sel hal tersebut tergantung pada kondisi tertentu, Ada juga sitoplasma yang sering berjalan di vakuola.

    Membran yang mengelilingi organel ini disebut tonoplas ataupun bisa disebut dengan membran vakuola. Tonoplas sendiri mempunyai fungsi yaitu sebagai pemisah antara sitoplasma dan juga organel ini. Dan juga sebagai membran sitoplasma ini juga terlibat dalam pengaturan ion yang berada pada sekitar sel dan juga bisa mengisolasi bahan – bahan yang berbahaya untuk sel.

    Penstabilan PH sitoplasma dilakukan dengan transportasi proton dan sitosol vakuola. Sementara untuk membuat vakuola interior yang lebih asam maka dibutuhkan nutrisi yang masuk dan keluar. PH yang rendah bisa menyebabkan degradatif enzim untuk bekerja.

    Ukuran organel ini juga akan makin berkembang dan akan membangung berbeda seperti contohnya pada sel yang berkembang pada meristem yang mempunyai ukurannya yang kecil. Lalu fungsi utama dari organel ini adalah menjaga tekanan ke dinding sel, protein yang berada pada tonoplas juga bisa sebagai pengatur aliran air masuk dan keluar dari organel ini menggunakan transpor aktif.

  5. Vakuola di Hewan

    Pada hewan organel ini mempunyai fungsi lainyaitu sebagai eksositosis dan endositosis. Ukuran organel ini pada hewan juga lebih kecil dibandingkan dengan vakuola yang ada pada tumbuhan namun jumlah organel ini pada hewan lebih banyak dibandingkan dengan di hewan. Dan juga ada sel – sel pada hewan yang tidak mempunyai organel ini.

    Eksositosis sendiri juga merupakan sebuah roses ekstrusi protein dan juga lemak dari sel. Zat tersebut juga akan diserap oleh badan golgi sebelum nantinya akan diangkut ke membran sel sebelum nanti akan dikeluarkan dari sel.

    Lalu untuk endositosis sendiri mempunyai peran lain yaitu yaitu proses dimana bakteri mati dan jaringan mati lalu akan ditelan oleh sel. Proses ini akan terjadi pada bentuk fagositosis.

Itulah penjelasan dari organel ini yang jelas dan lengkap dari artikel ini semoga anda bisa mendapatkan banyak ilmu dari artikel ini dan bisa memudahkan anda dalam mencari pengetahuan untuk organel ini. Lalu anda bisa menjawab dengan mudah ataupun menyelesaikan tugas biologi tentang organel ini. Anda juga bisa membagikan artikel ini pada teman – teman kalian yang membutuhkannya. Sekian Terima Kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *