Lumut

Lumut

Lumut – Lumut merupakan tumbuhan yang sering kita temui di lingkungan kita. Lumut juga mudah sekali untuk dikenali. Tumbuhan lumut ini juga merupakan tumbuhan yang membuat makanannya sendiri.

Tumbuhan yang biasa membuat makanannya sendiri biasanya tumbuhan yang mempunyai zat klorofil. Karena jika mempunyai zat tersebut maka tumbuhan akan bisa melakukan proses fotosintesis. Untuk kali ini aku akan membahas tentang lumut dengan lengkap.

Lumut
Gambar Lumut

Lumut

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang mempunyai zat hijau daun yaitu klorofil, dan tumbuhan yang mempunyai zat tersebut akan bisa melakukan proses fotosintesis atau membuat makanannya sendiri. Tumbuhan ini juga termasuk dalam tumbuhan dengan jenis makhluk autotrof.

Untuk membedakan ciri dari organisme dan tumbugan adalah tumbuhan mempunyau struktur dinding sel yang kaku dan tersusun dari senyawa selulosa. Pada struktur dinding sel pada tumbuhan biasanya tidak mempunyai kemampuan untuk bergerak atau berpindah secara bebas seperti organisme hewan.

Tumbuhan di dunia ini juga mempunyai ragam dan juga bisa dimanfaatkan untuk manusia. Kali ini aku akan membahas bryophyta dari pengertian lumut, manfaat dari lumut, pergantian keturunan lumut, dan juga bagian – bagian dari tumbuhan lumut ini. Jadi baca artikel ini sampai bawah yah.

  1. Pengertian Tumbuhan Lumut

    Lumut atau bryophyta ini berasal dari kata bryon dan phyta yang mempunyai arti lumut dan tumbuhan. Oleh karena itu bryophyta ini adalah tumbuhan lumut. Tumbuhan ini adalah tumbuhan yang hidup di darat, tidak mempunyai pembuluh, biasanya mempunyai ukuran yang kecil atau mempunyai ukuran mikrospik atau akan terlihat jika menggunakan bantuan mikroskop, dan mempunyai warna hijau.

    Bryophyta sendiri masuk dalam anggota kingdom plantae atau tumbuhan. Tumbuhan ini juga mempunyai sel plastid yang bisa memproduksi klorofil a dan b yang dapat melakukan fotosinteis. Jadi tumbuhan ini mempunyai sifat autotrof karena bisa membuat makanan sendiri.

    Tumbuhan ini adalah peralihan dari tumbuhan yang bertalus atau tidak mempunyai akar, daun sejati, dan batang. Dengan berkormus atau mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Tumbuhan ini tidak mempunyai pembuluh dan tidak berakar, tetapi mempunyai rizoid sebagai pengganti dari akar.

    Melalui rizoid (buku akar) bryophyta bisa menempel dan juga menyerap air dan juga mineral. Lalu air masuk ke dalam tubuh tumbuhan ini dan di distribusikan ke semua bagian tubuh dengan menggunakan cara difusi, dengan menggunakan daya kapilaritas ataupun aliran sitoplasma.

    Hal seperti itulah yang menyebabkan tumbuhan ini hanya bisa hidup pada tempat yang teduh dan pada rawa. Tumbuhan ini tidak bisa tumbuh tinggi dan besar layaknya tumbuhan lain. Biasanya tumbuhan ini hanya mempunyai ukuran kurang lebih 20 cm.

  2. Bagian Bagian Lumut

    Pada tumbuhan bryophyta ini mempunyai bagian bagian tubuhnya. Berikut bagian dari tumbuhan bryophyta ini :

    1. Rizoid

      Rizoid atau bulu – bulu akar ini mempunyai fungsi untuk melekat di tempat tumbuhnya dan untuk menyerap makanan tumbuhan ini juga. Rizoid juga mempunyai beberapa sel yang memanjang dan juga terkadang mempunyai sekat yang tidak sempurna.

    2. Ujung batang

      Pada ujung batang tumbuhan ini mempunyai titik tumbuh yang ada sel pemula pada puncaknya. Sel pemula itu biasanya mempunyai bentuk bidang empat atau kerucut terbalik, dan membentuk suatu sel baru di ketiga arah menurut sisinya.

      Ukuran yang terbatas dari tumbuhan ini mungkin diakibatkan karena tumbuhan ini tidak mempunyai sel berdinding sekunder yang mempunyai fungsi untuk penyokong seperti di tumbuhan yang mempunyai pembuluh.

    3. Daun Lumut

      Pada tumbuhan ini daunnya mempunyai ketebalan yang hanya 1 lapis sel, kecuali untuk ibu tulang daun. Sel daun kecil, sempit, panjang dan juga mempunyai kandungan kloroplas dan tersusun seperti jala.

      Diantara sel – sel mati yang besar dan juga mempunyai ketebalan dinding dalamnya yang mempunyai bentuk spiral. Fungsi dari sel mati tersbut adalah untuk menyediakan tempat cadangan makanan dan persediaan air.

    4. Batang dan Daun

      Pada tumbuhan ini batang dan juga daun mempunyai susunan uang berbeda – beda untuk batang dari penampang akan melintang maka akan tampak bagian seperti selapis sel kulit yang ada beberapa yang diantaranya membentuk rizoid epidermis dan memanjang.

      Lapisan kulit dalam juga terlihat dan tersusun dari beberapa lapisan sel yang sering disebut korteks, pada silinder pusat juga terlihat beberapa sel parenkim yang panjang dan mempunyai fungsi untuk mengangkut makanan.

  3. Pergiliran Keturunan Lumut

    Pergiliran Keturunan Lumut
    Gambar Pergiliran Keturunan Lumut

    Tumbuhan ini atau byophyta ini akan mengalami pergiliran keturunan antara fase yang memproduksi sel kelamin atau gamet yang biasa disebut gametofit dan fase saat menghasilkan spora atau sporofit. Gametofit adalah pembentukan tubuh haploid lalu sporofit pembentukan diploid atau kromosom yang berpasangan.

    Proses dari pergiliran keturunan pada tumbuhan ini biasa disebut metagenesis. Fase – fase tersebut akan berlangsung secara bergantian. Saat spora matang, maka spora tersebut akan dilepaskan dari kotak spora lalu diterbangkan oleh angin.

    Jika spora yang di terbangka jatuh pada tempat yang lembab maka spora itu akan tumbuh menjadi benang halus yang mempunyai warna hijau yang biasa disebut protonema. Lalu benang – benang itu akan tumbuh menjadi bryophyta seperti yang biasa kita lihat.

    Tumbuhan ini akan menjadi dewasa dan akan menghasilkan sel kelamin jantan atau spermatozoid yang dibuat pada struktur khusus yaitu anteridium, sel telur yang dibuat dalam kelamin betina disebut dengan arkegonium.

    Ada beberapa jenis bryophyta anterdium dan arkegoniumnya ada pada 1 tumbuhan atau homotalus. Biasanya kelamin jantan dan betina di dapatkan pada talus yang berbeda disebut dengan heterotalus. Seperti contoh pada lumut hati marchantia anatara kelamin betina dan jantan terpisah di talus yang berbeda.

    Sperma yang didapatkan oleh anteridium akan berenang atau akan terbawa oleh percikan air dan akan menuju sel telur. Hasil dari proses perkawinan tersebut selanjutnya akan membentuk sebuah zigot, lalu akan berkembang menjadi embrio.

    Zigot yang sudah jadi akan menjadi sebuah sporogonium, yaitu tumbuhan baru yang seperti tangkai dengan ada kotak spora pada ujungnya yang seperti kapsul. Pada bagian tumbuhan yang baru terbentuknya dari zigot ini biasa disebut sporofit yang hidup menumpang di gametofit.

  4. Manfaat Lumut

    Walaupun tumbuhan ini kecil namun tumbuhan ini mempunyai manfaat terhadap manusia. Seperti untuk lumut jenis Marchantia polymorpha, Tumbuhan tersebut masuk dalam kelompok tumbuhan lumut hati, sesuai dengan namanya tumbuhan tersebut bisa dipakai untuk pengobatan hepatitis.

    Jenis lumut gambut seperti sphagnum yang masuk dalam kelompok jenis lumut daun bisa dipakai untuk pembalut dan juga pengganti kapas. Pada lingkungan, tumbuhan ini mempunyai fungsi lain untuk penyedia oksigen dan penyimpan air. Tumbuhan ini bisa menyimpan air yang di dapatkan diantara daun dan juga tangkainya.

    Hal tersebut karena adanya sel seperti parenkim dan juga rizoid yang bisa menyerap air dan garam mineral dan juga mempunyai sifat seperti spons. Pada tumbuhan lumut yang menyerap air pada sekitarnya seperti di pohon tumbang akan mengakibatkan tanah kering dan melindungi tumbuhan tesebut dari kekeringan juga.

Demikianlah penjelasan tentang artikel lumut ini semoga kamu bisa mempelajari tentang tumbuhan ini dan pelajaran biologi lebih mudah lagi. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke temanmu yang juga sedang mencari artikel tentang bryophyta ini. Sekian Terima Kasih.

Yang kamu cari?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*