Kinetika Enzim

Kinetika Enzim – Pada tubuh kita sebenarnya terjadi yang namanya reaksi kimia, dan reaksi kimia tersebut disebabkan oleh adanya enzim. Katalis enzim tersebut biasanya disebut dengan biokatalisator. Enzim sendiri sebenarnya senyawa protein yang yang bisa mengkatalisasi reaksi – reaksi kimia pada sel. Enzim juga mempunyai sifat sangat spesifik baik tidaknya tergantung substratnya.

Di tubuh kita mempunyai banyak sekali enzim yang semuanya mempunyai peran ataupun fungsi yang berbeda – beda oleh karena itu adanya suatu sistem penamaan yang digunakan untuk membedakan enzim – enzim tersebut. Ada beberapa enzim yang mempunyai ikatan kovalen dengan enzim lain yang bergantung pada substratnya dan ada juga yang tidak. Jadi untuk membahas lebih lengkap baca artikel dibawah ini.

Kinetika Enzim
Gambar Kinetika Enzim

Kinetika Enzim

Enzim sendiri bukan permukaan yang pasif pada saat reaksi sedang berlangsung namun enzim ini menjadi mesin molekul kompleks yang akan selalu bekerja melalui mekanisme reaksi yang berbeda. Untuk contohnya Pada beberapa enzim hanya bekerja pada beberapa substrat tunggal dan yang lainnya bekerja pada dua atau lebih molekul – molekul substrat yang berbeda dan akan mengatur terjadi atau tidak ikatan tersebut.

Ada juga enzim yang membentuk suatu ikatan kovalen yang jadi perantara untuk membentuk kompleks dengan substrat – substratnya dan ada juga yang tidak. Untuk mengukur kinetik enzim dari suatu reaksi – reaksi dari katalis enzimatik merupakan teknik untuk menerangkan mekanisme katalis suatu enzim yang sangat penting. Pada proses ini sebagian akan menguraikan menegnai perkembangan parameter – parameter kinetik yang berguna disaat penentuan mekanisme enzimatik.

  1. Prinsip Dasar Kinetika Enzim

    Laju dari kinetika enzim ini mempunyai pengaruh dari reaksi enzimatik, Faktor yang bisa mempengaruhu laju reaksi enzimatik sendiri adalah konsentrasi substrat dan juga enzim, demikian pula faktor lainnya seperti PH, suhu dan ada atau tidaknya kofaktor dan ion logam. Kajian untuk bagaimana laju yang bergantung oleh variabel – variabel yang di dapatkan secara percobaan bisa menjadikan perbedaan pada mekanisme yang mungkin terjadi.

  2. Kecepatan Reaksi Enzimatik

    Kecepatan untuk reaksi enzimatik sendiri juga bisa diukur dengan jumlah substrat yang diubah dengan produk yang dihasilkan persatuan waktu.  Adapun faktor yang mempengaruhi kecepatan dari reaksi enzimatik. Kecepatan reaksi enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain suhu, Ph, kadar substrat, kadar enzim, dan inhibitor.

    Untuk Pengaruh dari suhu dendiri biasanya reaksi kimia akan berjalan dengan cepat di suhu yang lebih tinggi. Hal tersebut terjadi karena pada suhu tinggi enzim akan mengalami denaturasi atau pada suhu 70 derajat celcius enzim akan menjadi inaktif. Di suhu yang meningkat, kecepatan reaksi juga akan menjadi meningkat. Namun denaturasi akan lebih mudah terjadi. Untuk suhu optimum akan selalu berubah tergantung waktunya.

    PH juga bisa mempengaruhi reaksi enzimatik karena enzim merupakan protein yang peka pada perubahan pH. PH yang rendah maupun pH yang tinggi, enzim bisa mengalami denaturasi. Adapun pengaruh kadar enzim dan kadar substrat pada reaksi enzimatik itu sendiri. Kecepatan reaksi juga bergantung pada konsentrasi enzimyang mempunyai peran sebagai katalisator pada suatu reaksi.

    Hubungan antar konsentrasi enzim reaksi jika konsentrasi substrat tersebut berlebihan. Pengaruh dari inhibitor juga mempunyai pengaruh untuk reaksi enzimatik. Untuk aktivitas suatu enzim sendiri membutuhkan banyak bahan dengan menggabungkannya pada jalur yang mempengaruhi sebuah ikatan substrat ataupunnilai turnovernya. Bahan yang mereduksi pada aktifitas enzim dengan cara tersebut biasa disebut dengan inhibitor.

    Inhibitor sendiri merupakan bahan – bahan yang menyerupai substrat enzimnya tetapi ada juga yang tidak bereaksi atau malah bereaksi dengan lambat dibandingkan dengan substrat. Inhibitor yang seperti ini biasanya digunakan untuk menyelidiki suatu sufat kimia dan sifat konformasi alami pada suatu daerah ikatan substrat pada bagian dari suatu usaha untuk mengelusidasi mekanisme pada enzim tersebut.

    Banyak juga inhibitor enzim yang efektif untuk dijadikan kemoterapi namun pada suatu analog substrat tidak alami dapat mengahalangi suatu aksi dari suatu enzimspesifik. Untuk contohnya adalah methotrexate secara kimiawi sendiri hampir sama seperti dihidrofolat. Yang berikatan kuat dengan enzim dihydrofolate reduktase yang membuat pencegahan fungsi normalnya, reduksi tersebut juga menjadi tetrahidrofolat.

Demikian ulasan tentang artikel kinetika enzim semoga dengan adanya artikel ini anda bisa mempelajari ataupun menyelesaikan tugas biologi kamu khususnya pada kinetika enzim sendiri, yang mungkin sulit untuk dipahami. Kamu juga bisa membagikan artikel ini untuk memudahkan teman kamu juga. Sekian Terima Kasih.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*