Menu Tutup

Daur Biogeokimia Karbon

Daur Biogeokimia Karbon – Pada Artikel ini aku akan membahas tentang Daur Biogeokimia Karbon. Untuk kamu pasti akan bingung ataupun ada yang sudah tahu tentang materi ini. Daur Biogeokimia ini ada karena di alam ini banyak sekali unsur kimia yang ada di tubuh organisme, air, ataupun di tanah dan juga di batuan mineral.

Unsur tersebut akan saling terikat pada bentuk senyawa kimia, baik senyawa organik ataupun senyawa anorganik. Dengan melalui berbagai serangkaian organisme dan juga lingkungan fisik unsur itu akan mengalami daur atau siklus. Untuk penjelasan lebih lengkap kamu bisa membacanya sampai selesai.

Daur Biogeokimia Karbon
Gambar Daur Biogeokimia Karbon

Daur Biogeokimia Karbon

Unsur di alam yang seperti oksigen, hidrogen, belerang, fosfor, nitrogen, dan jyga karbon merupakan beberapa diantara sebuah unsur yang penting bagi kehidupan. Unsur tersebut juga diperlukan oleh organisme hidup dalam jumlah yang sangat banyak.

Sementara itu unsur yang lainnya hanya diperlukan dalam jumlah yang sedikit. Walaupun setiap saat unsur yang ada tersebut dimanfaatkan oleh organisme, Keberadaan unsur tersebut tetap ada.

Fungsi dari adanya daur biogeokimia karbon adalah untuk menjadi siklus materi yang dikembalikan semua unsur kimia yang sudah dipakai oelh semua yang berada di bumi, Baik dari komponen yang biotik ataupun komponen abiotik, agar kelangsungan hidup mereka di bumi masih bisa terjaga.

Berikut beberapa macam – macam daur biogeokimia yang berada di alam ini:

  1. Daur Oksigen

    Daur Oksigen
    Gambar Daur Oksigen

    Oksigen atau o2 ini pada keadaan bebas ada di atmosfer dan juga di air. Oksigen ini diambil ataupun duperlukan oleh makhluk hidup seperti manusia, hewan dan juga tumbuhan sebagai unsur pembantu dalam pernapasan atau respirasi.

    Oksigen juga diambil lalu diganti oleh tumbuhan yang berwarna hijau yang akan melepas oksigen ke atmosfer saat tumbuhan tersebut sedang melakukan proses fotosintesis atau pembuatan makanan sendiri.

  2. Daur Hidrologi atau Air

    Daur Hidrologi atau Air
    Gambar Daur Hidrologi atau Air

    Adanya pemanasan air di samudra yang dilakukan matahari merupakan penyebab dari adanya proses siklus hidrologi. Hal ini juga bisa berlangsung secara kontinu.

    Air yang berevaporasi lalu akan jatuh sebagai presipitasipada bentuk hujan, salju, hujan es, kabut, dan juga hujan gerimis. Ada beberapa presipitasi yang bisa berevaporasi lagi ke atas, ataupun langsung jatuh lalu di intersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah.

    Lalu setelah air mencapai tanag siklus dari hidrologi ini juga akan terus bergerak secara kontinu pada 3 cara yang berbeda, Berikut siklus hidrologi berbeda :

    1. Evaporasi atau Transpirasi

      Evaporasi ini adalah proses dari air yang ada di daratan, ditanaman, di daratan, di laut, dan di manapun, lalu akan menguap ke angkasa atau ke atmosfer dan akan menjadi awan.

      Di keadaan jenuh, uap air atau awan itu akan menjadi sebuah bintik – bintik air yang setelah itu akan turun atau precipitation dengan bentuk seperti hujan, salju es, dan kabut.

    2. Infiltrasi atau Perkolasi

      Pada tanah air akan bergerak ke tanah lewah celah dan juga pori – pori tanah dan batuan akan menuju permukaan air tanah. Air tersebut bisa bergerak dikarenakan ada aksi kapiler,atau air bisa bergerak secara horizontal maupun vertikal di bawah permukaan tanah sampaiair itu masuk lagi ke sistem air permukaan.

    3. Air Permukaan

      Air yang bergerak pada atas permukaan tanah, yang dekat dengan aliran utamanya dan danau, semakin landai lahan maka makin sedikit pori – pori dari tanah. Oleh karena itu aliran di permukaan akan semakin besar.

      Aliran pada permukaan tanah bisa dilihat seperti biasa di daerah urban. Sungai – sungai yang menjadi satu dengan yang lain dan membentuk sungai utama yang akan membawa semua air permukaan pada sekitar daerah aliran sungai ke laut.

  3. Daur Karbon

    Daur Karbon
    Gambar Daur Karbon

    Selanjutnya adalah jenis Daur Biogeokimia Karbon dari karbon. Sumber CO2 pada udara ini terdiri dari hasil respirasi manusia dan juga hewan, erupsi vulkanik, asap pabrik, dan pembakaran batubara.

    Karbondioksida ini akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis dan juga akan menghasilkan udara oksigen. Tumbuhan dan hewan yang mati, dalam selang waktu yang lama akan menjadi batu bara di dalam tanah.

    Batu bara yang ada di tanah ini akan digunakan untuk bahan bakar yang juga akan membuat bertambahnya kadar CO2 di udara. Pada ekosistem di air, pertukaran sebuah CO2 dengan atmosfer dilakukan secara tidak langsung.

    Karbondioksida akan berikatan dengan air dan akan membuat suatu asam karbonat yang akan terurai menjadi sebuah ion bikarbonat. Ion bikarbonat tersebut merupakan sumber dari karbon untuk alga yang menghasilkan makanan untuk diri sendiri dan juga organisme heterotrof yang lain.

    Sebaliknya, pada saat organisme air bernafas, CO2 yang dikeluarkan oleh mereka akan menjadi bikarbonat. Jumalah dari bikarbonat pada air akan menjadi seimbang dengan CO2di air. Untuk Lintasan arus utama siklus karbon ini merupakan dari atmosfer ataupun hidrosfer yang ada di dalam jasah makhluk hidup, lalu akan kembali lagi ke atmosfer ataupun hidrosfer.

  4. Daur Belerang

    Daur Belerang
    Gambar Daur Belerang

    Pada belerang sendiri terdapat pada tubuh organisme yang menjadi sebuah unsur penyusun protein. Pada alam, sulfur atau belerang ini terkandung pada tanah dengan bentuk mineral tanah dan di udara dalam bentuk SO atau biasa di sebut gas sulfur dioksida.

    Saat gas sulfur dioksida ini berada di udara yang mempunyai senyawa oksigen dan air, maka akan terbentuk asam sulfat yang saat jatuh ke tanah akan membentuk ion – ion sulfat. Lalu ion sulfat tersebut akan diserap oleh tumbuhan sebagai penyusun protein dalam tubuhnya.

    Saat manusia dan juga hewan memakan tumbuhan, maka akn terjadi proses perpindahan unsur belerang dari tumbuhan ke tubuh hewan atau manusia. Saat hewan dan tumbuhan mati, mayatnya akan diuraikan bakteri dan juga jamur pengurai, dan akan menghasilkan bau yang busuk yakni gas hidrogen sulfida.

    Gas hidrogen sulfida ini akan dilepas di udara dan sebagian akan tetap di dalam tanah. Gas hidrogen sulfida ini juga akan di udara dan akan bersenyawa dengan oksigen dan membentuk sulfur oksida, lalu yang ada di tanah akan diubah menjadi ion sulfat dan senyawa sulfur oleh bakteri. Yang nantinya akan diserap lagi oleh tumbuhan.

  5. Daur Fosfor

    Daur Fosfor
    Gambar Daur Fosfor

    Pada unsur fosfor merupakan sebuah unsur yang penting untuk kehidupan, namun stok persediaan sangat terbatas. Dengan adanya kemampuan untuk membentuk sebuah ikatan kimia berenergi tinggi, fosfor ini sangat penting di transformasi energi di semua organisme.

    Sumber dari fosfor yang paling besar ada di batuan dan juga endapan yang asalnya dari makhluk hidup. Sumber tersebut lama kelamaan akan mengalami pelapukan dan juga erosi, bersama dengan hal tersebut fosfor akan dilepas ke ekosistem.

    Namun sebagian besar fosfor juga akan hilang ke perairan dan diendapkan. Fosfor akan memulai dari adanya fosfat anorganik yang ada di tanah yang akan diserap tumbuhan. Hewan akan memakan tumbuhan dan memperoleh fosfor dari tumbuhan yang dimakan.

    Tumbuhan ataupun hewan yang mati dan juga sisa pembuangan atau ekskresi hewan yang ada di tanah, akan diuraikan menjadi fosfat anorganik oleh bakteri dan dilepas ke ekosistem.

  6. Daur Nitrogen

    Daur Nitrogen
    Gambar Daur Nitrogen

    Nitrogen ini mempunyai ikatan stabil dan sulit untuk bereaksi, oleh karen aitu nitrogen tidak bisa digunakan atau dimanfaatkan secara langsung oleh makhluk hidup.

    Nitrogen yang ada di tubuh makhluk hidup adalah komponen penyusun asam amino yang akan membentuk protein. Gas ini akan bebas juga bisa bereaksi dengan hidrogen ataupun oksigen dengan dibantu kilat atau petir dan membentuk nitrat.

    Tumbuhan akan menyerap nitrogen di bentuk nitrat atau nitrat yang ada di tanah untuk menyusun sebuah protein di tubuhnya. Saat tumbuhan dimakan herbivora, nitrogen yang ada akan berpindah ke hewan bersama dengan makanan tadi.

    Saat tumbuhan dan hewan mati atau sisa hasil pembuangan makanan akan di uraikan menjadi amonium dan amonia yang dibantu dengan dekomposer. Amonia sendiri akan diubah menjadi nitrit oleh bakteri nitrit, proses tersebut dinamakan nitritasi. Lalu, nitrit dengan dibantu bakteri nitrit akan di ubah menjadi nitrat, proses itu disebut nitratasi.

    Peristiwa pada proses perubahan amonia menjadi nitrit dan juga nitrat ini disebut nitrifikasi. Ada juga bakteri yang bisa mengubah nitrit atau nitrat menjadi nitrogen bebas di udara, proses tersebut dinamakan denitrifikasi.

Sekian penjelasan tentang Daur Biogeokimia Karbon semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu. Ada lebih banyak lagi materi biologi di website ini untuk kamu yang sulit mencari materi biologi. Sekian Terima Kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *